Selasa, 17 Agustus 2010

Ratapan Sang Setan

aku lah penghilang suka mu
aku lah kebencianmu
aku lah pengendali amarahmu
peledakmu. egomu. nafsumu

kau tak bisa menghindar
ketika aku hadir di sekitar
aku merasuki kalbumu
tak ada yang memisahkan aku dari dirimu

semua sudah musnah ketika kau mengikuti bisikanku
teruslah terjatuh, dan terhenyak di dalam kenistaan
jangan pernah bangkit dan merasakan kebaikan
karena, fisikmu hidup tapi jiwamu aku habisi

aku ada untukmu, dan kau ada untuk tipuanku
muslihatku adalah jalan panjang untukmu
bisikanku adalah kata hatimu
nistaku adalah kehidupanmu
perkataanku adalah pedomanmu
aku adalah sifatmu

jangan pernah kau pergi dariku
ketika kau pergi, kau tak lagi merasakan nikmat
nikmatku nikmat dunia
kau tak perlu memikirkan masa depan
masa depanmu adalah abstrak
bisa kau rakit sesuai keinginanku

lalu sesalilah semua, tapi jangan perbaiki
mari kita bangun semua keburukan dari semua kebaikan
hancurkan kebaikan untuk keburukan yang abadi
kita adalah teman, kita adalah kawan

Jakarta, 16 Agustus 2010
*G

Kamis, 21 Januari 2010

Cinta Hampa

sungai mengalir dari hulu ke hilir
air menyusur dan menabrak batu di pinggir
getir. perih. tak ayal mencuat naik ke darat
mengintip salur terhalang sekat

hei kau para pemuja seorang raja
wujudmu menyerupai bintang kejora
bersorak. berteriak. coba hentikan waktu
agar kenangan lalu tak hilang dimakan waktu

pedih hati terasa layak teriris
cinta yang tak tergubris, tipis pun tak ada
cinta layaknya bangkai yang telah terkikis
dimakan belatung. semut. cacing. sampai habis

hei kau para pengejar cinta
apalah lagi arti sebuah strata
ketika rasa tercipta diantara kita
aku dan kamu. sama saja