ah, semua tak ada yang berbeda,
ketika semua mata tertuju pada sebuah kepingan emas kecil
dan ketika semua orang tak sadar mereka telah berada di atas ambang kepuasan
semuanya sama, tak ada yang dapat membedakan
ketika semua tangan mencoba meraih elegannya sebuah piala kepalsuan
dan ketika semua keinginan busuk berkompetisi mecapai impian masing masing
tak ada yang mencoba berubah, semuanya sama
ketika semua manusia menertawakan kesalahan orang lain
dan ketika semua manusia mempermasalahkan kejahatan kecil
ketika kekosongan yang hampa sampai berdebu dan sampai laba-laba membuat sarang di atasnya
semua manusia tetap sama dan selalu berputar dalam rotasi bumi yang membosankan
berdiripun telah lelah, takkan ada yang pernah mencoba menggugat
hanya kepalsuan yang dapat tegak menopang angin yang menerpa
hanya kebohongan yang telah tertanam dalam kedustaan yang hina
kefanaan yang terasa hanya bergerak dalam satu arah mata angin
hingga tak terasa, telah mematahkan kaki-kaki yang mencoba bertahan menghadapi cobaan
dan telah menghancurkan mimpi-mimpi seorang anak yang baru menghadapi kerasnya dunia
keheningan mengacaukan pikiran, hingga sepi merusak keramaian
*G
ketika semua mata tertuju pada sebuah kepingan emas kecil
dan ketika semua orang tak sadar mereka telah berada di atas ambang kepuasan
semuanya sama, tak ada yang dapat membedakan
ketika semua tangan mencoba meraih elegannya sebuah piala kepalsuan
dan ketika semua keinginan busuk berkompetisi mecapai impian masing masing
tak ada yang mencoba berubah, semuanya sama
ketika semua manusia menertawakan kesalahan orang lain
dan ketika semua manusia mempermasalahkan kejahatan kecil
ketika kekosongan yang hampa sampai berdebu dan sampai laba-laba membuat sarang di atasnya
semua manusia tetap sama dan selalu berputar dalam rotasi bumi yang membosankan
berdiripun telah lelah, takkan ada yang pernah mencoba menggugat
hanya kepalsuan yang dapat tegak menopang angin yang menerpa
hanya kebohongan yang telah tertanam dalam kedustaan yang hina
kefanaan yang terasa hanya bergerak dalam satu arah mata angin
hingga tak terasa, telah mematahkan kaki-kaki yang mencoba bertahan menghadapi cobaan
dan telah menghancurkan mimpi-mimpi seorang anak yang baru menghadapi kerasnya dunia
keheningan mengacaukan pikiran, hingga sepi merusak keramaian
*G

punya cerpen gal?
BalasHapusapa lo sukanya buat puisi aja?